Latest

Berita Duka, Ibu Dra Nelhayati, M.Ag telah Wafat

 

Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un..  Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang kehilangan salah seorang dosen Seniornya Dra. Nelhayati, M.Ag yang wafat pada usia 60 tahun di RS M.Jamil Padang, Sabtu pagi jam 11.20. Jenazahnya dimakamkan kesokan harinya di kampung halamannya di Malalak Kabupaten Agam. Ikut mengantar jenazah ke tempat pengistirahatannya yang terakhir Bapak Dekan Fakultas Syariah bersama segenap civitas akademika dan handai taulan.

Kami, segenap civitas akademika khususnya fakultas syariah dan IAIN umumnya turut berduka atas wafatnya dosen kami, ibu kami, serta rakan sejawat ibu Dra. Nelhayati M.Ag. Sungguh telah banyak pelajaran yg bisa kita ambil dr perjuangan almarhumah, bagaimana “survival spirit” nya yg Insya Allah, akan menginspirasi kita semua. Bagaimana “spirit for giving” nya dng mengabdi selama kurang lebih 28 tahun di fakultas syariah dan masih mengelola di akhir hayat beliau pada jurusan Muamalat.

Kami semua murid2 almarhumah mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya dan berdoa agar segenap keluarga tetap tabah, sabar dan tawakal.Semoga amal ibadah ibu Nel diterima di Sisi Allah SWT, kami  Yakin bahwa almarhum sudah memperoleh janji Allah swt utk umatNya yg beriman dan bertaqwa kepadaNya. Semoga kita yg ditinggalkan almarhum mampu menteladani tindakan2 beliau.
Amien Ya Robbie al amien

serah terima Rektor Baru IAIN Imam Bonjol Padang

Pada hari Rabu, tanggal 20 Juli 2011di Padang, IAIN Imam Bonjol telah mengadakan acara serah terima jabatan dari Rektor lama  Prof. Dr. H. Sirajuddin Zar, MA (Periode 2007-2011) kepada Rektor baru Prof.Dr. H. Makmur Syarif, SH, M.Ag (masa bakti 2011-2015). Acara yang dimulai pukul 10.00 tersebut diawali dengan penanda tanganan Rektor lama kepada rektor baru yang disaksikan oleh Bapak Drs. H.  Amrul Wahdi MM (Kepala Biro AUAK IAIN Imam Bonjol Padang) dan Drs H. Abdurrahman MA (Dekan Fak. Dakwah IAIN Imam Bonjol Padang), dan diakhiri dengan salam-salaman segenap civitas akademika IAIN Imam Bonjol. Sebelum menggelar acara lepas sambut rektor,Prof.Dr. H. Makmur Syarif, SH, M.Ag telah mengikuti acara pelantikan dirinya sebagai rektor IAIN Imam Bonjol Padang di kantor Kementerian Agama Jakarta Kamis (6/1/2011) lalu.

Pada pidatonya, Rektor lama Bapak Prof. Dr. H. Sirajuddin Zar, MA menceritakan perjalanan dirinya selama menjabat sebagai rektor yang mengalami dua kali gempa besar dan selanjutnya juga memberikan hal-hal yang perlu dilanjutkan oleh Rektor baru Bapak Prof.Dr. H. Makmur Syarif, SH, M.Ag, serta mengharapkan persatuan kesatuan dalam memajukan IAIN secara bersama. Acara yang berlangsung di Gedung Serba Guna IAIN Imam Bonjol Padang ini berlangsung khidmat dan meriah.

Bapak Prof.Dr. H. Makmur Syarif, SH, M.Ag adalah Rektor IAIN Imam Bonjol yang merupakan Guru Besar dari Fakultas Syariah IAIN Padang. Beliau bertekad mempercepat pencapaian target perbaikan IAIN Padang sebagai universitas dan pembangunan kampus baru yang berada di Sungai Bangek Padang dengan menggunakan strategi kedisiplinan dan kerja keras yang menjadi senjata andalannya. Beliau berharap agar orientasi kemajuan kelembagaan yang terprogram menjadi fokus pelaksanaan tugas. Orientasi kemajuan itu sangat diperlukan untuk memenuhi tuntutan perubahan cepat pada era yang serba canggih ini. Kapasitas lembaga dan perangkat pengalola lembaga dituntut mampu memajukan lembaga untuk memenuhi tuntutan yang relevan dengan era kemajuan masa kini dan masa depan. Untuk itu, pola baku langkah manajemen kelembagaan tentu menjadi pegangan, yakni perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi.

Di samping orientasi kemajuan, pelaksanaan juga harus berorientasi kedisiplinan dan ketertiban. Untuk itu, dua hal pokok perlu segera digunakan pegangan kerja: pertama adalah tugas pokok dan fungsi (tupoksi) jabatan dan kedua adalah peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemahaman dan penghayatan tupoksi dalam pelaksanaan tugas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku merupakan kewajiban. Hal itu sangat penting untuk menghindari kesalahan sekecil apapun, lebih-lebih pelanggaran atas peraturan perundang-undangan. Karena itu, penting bagi pejabat untuk memperagakan diri sebagai teladan di lingkungan tempat Saudara melaksanakan tugas jabatan. Rektor baru mengajak segenap civitas akademika, untuk bekerja bersama-sama dengan beliau untuk melanjutkan tongkat estafet untuk tahun-tahun ke depan.

Jurusan AS terakreditasi A di antara sejumlah Jurusan telah terakreditasi di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol

Beberapa jurusan di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang telah terakreditasi Badan Akreditasi Nasional (BAN). Terdapat  enam jurusan di fakultas syariah, 4 di antaranya telah terakreditasi, sedangkan dua yang lainnya tengah menunggu proses visitasi, yaitu jurusan Jinayah Siyasah dan Ekonomi Islam, semoga dalam waktu yang dekat ke dua jurusan tersebut mengikuti jurusan yang lainnya. Di samping itu, suatu prestasi membanggakan bahwa salah satu di antara yang enam jurusan mendapatkan Akreditasi A, yaitu jurusan akhwalus syakhsiyah (AS). Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi jurusan yang dimaksud, seluruh civitas akademik fakultas syariah serta para alumni yang terkait. Semoga dengan nilai yang diberikan  dapat menjadi momentum yang baik bagi semua jurusan di Fakultas Syariah khususnya dan jurusan-jurusan yang terdapat di IAIN Imam Bonjol Padang.

Kami ucapkan terimakasih kepada segenap dosen serta karyawan yang turut mendukung proses “mendapatkan” akreditasi ini. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada para Bapak-bapak asesor yang telah menyempatkan me-ases jurusan kami. Diharapkan dengan adanya hasil akreditasi ini, akan membuat kami terus menjadi lebih baik lagi dan berusaha memperbaiki diri. Agar dapat memberikan yang terbaik bagi mahasiswa kami. Hal tersebut mengingat bahwa kedepan, tuntutan dan tantangan bagi semua civitas akademika yang ada dihadapkan untuk meningkatkan prestasi sehingga kita bisa mencapai akreditasi yang lebih baik lagi. amiiiiin….

Pengukuhan Guru Besar Prof. Dr.H. Asasriwarni, MH

Pidato Pengukuhan Guru Besar Telah Menjadi Salah Satu Agenda Utama Kegiatan Akademik di IAIN Imam Bonjol Padang. Pada hari senin tanggal 21 Februari 2011, Prof. Dr.H. Asasriwarni, MH telah menyampaikan pidato pengukuhan guru besar beliau dengan judul Komparasi Wilayatul Mazhalim dengan Peradilan Tata Usaha Negara Dalam Negara Hukum Republik Indonesia. Keluarga besar  dan segenap civitas akademika di Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang menyambut gembira atas pidato pengukuhan tersebut sebagai salah satu peristiwa penting bidang akademik dan merupakan salah satu barometer kemajuan profesionalitas staf akademik di perguruan tinggi, sekaligus juga merupakan promosi bagi Universitas dan bagi guru besar yang menyampaikan pidato pengukuhan tersebut.

Prof. DR. Asasriwarni, MH dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang hukum Islam pada Fakultas Syari’ah yang dilaksanakan di auditorium pasca sarjana IAIN Imam Bonjol Padang. Guru besar kelahiran Mahat Kabupaten 50 Kota 27 Maret 1952 ini menyampaikan dalam pidato beliau bahwa terdapat persamaan dan perbedaan antara wilayatul mazhalim dengan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang dilaksanakan di Indonesia saat ini. Dari segi persamaannya terlihat keduanya merupakan lembaga peradilan yang berwenang menangani perkara kezaliman penguasa terhadap warganya. Sedangkan perbedaannya tampak dari aspek pelaksanaannya, di mana PTUN di Indonesia berbeda dengan konsep wilayatul mazhalim. Wilayatul mazhalim lebih mengedapan substansi dalam upaya menegakkan hukum. Sedangkan PTUN terlihat lebih mengedapan proses, sistem, dan masih terkontaminasi oleh berbagai kendala. Munculnya kendala dimaksud disebabkan oleh peraturannya sendiri dan kendala lapangan. Kelemahan peraturan seharusnya diatasi dengan revisi. Secara sederhana dapat dikatakan pelaksanaan putusan PTUN di Indonesia belum optimal karena dihadapkan kepada beberapa kendala, bak teknis maupun yuridis.

Beliau menyarankan agar segenap stakeholder dan pihak terkait berupaya seoptimal mungkin untuk mengatasi berbagai kendala dalam pelaksanaan putusan PTUN di Indonesia. Sehingga sasaran dari eksistensi PTUN dapat tercapai. Salah satu upaya dapat dilaksanakan dengan mengadopsi konsep wilayatul mazhalim untuk diterapkan di PTUN di Indonesia.Pada kesempatan itu pula dikukuhkan Prof. Dr. H. syaifullah, MA sebagai guru besar dalam bidang studi islam pada Fakultas Adab. Semoga dengan adanya pengukuhan dua guru besar ini akan mewarnai atmosfir akademik yang dapat bermakna bagi seluruh intra dan luar kampus IAIN Padang.amiin.

Berita Duka

Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah Afkong Resi Mahatta, anak dari Prof. DR. H. Assasriwarni, MH pada Hari Jumat tanggal 18 Februari  2011, Jam 17.05 di Malaka Malaysia.

Pimpinan dan seluruh Civitas akademika serta Alumni Fakultas Syariah IAIN Imam Bonjol Padang turut berduka cita. Mudah-mudahan diampuni dosa-dosanya, amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan ditempatkan disisiNya. Kepada keluarga yang ditingalkan semoga diberikan ketabahan dan kesabaran. Amiiin.

Jurnal Ijtihad Berbenah….

Jurnal ijtihad merupakan media untuk mempublikasikan artikel ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas syariah IAIN Imam Bonjol Padang. Pada tahun ini, media yang dimaksud akan berbenah dan melakukan pemantapan untuk menjadi salah satu jurnal yang terakreditasi, tutur Pimpinan Redaksinya H.Ahmad Wira, M.Ag, Ph.D. Memang selama ini, sudah volume ke 22 sejak pertama diterbitkan usaha untuk mendapatkan akreditasi telah berulang kali dilakukan, namun terkadang ia belum mendapatkan perhatian yang sangat serius. Pada kesempatan tahun ini, maka unsur pimpinan Fakultas dengan pimpinan redaksi memberikan perhatian penuh dengan membentuk tim akreditasi Jurnal Fakultas syariah. Tim ini diketuai oleh Dr Efrinaldi, M.Ag.

Gayung bersambut, pada siang hari tanggal 2 Februari 2011 telah dilakukan pertemuan pertama segenap tim akreditasi bersama bapak Dekan dan Semua Pembantu Dekan. Bapak Dekan Drs. H. Sobhan MA pada kesempatan tersebut berpesan bahwa ini merupakan langkah baik dan memberikan banyak faedah kepada semua pihak civitas akademika di Fakultas Syariah khususnya dan bahkan di luar fakultas. Menurut beliau, apabila jurnal Ijtihad ini telah terakreditasi nantinya, kita tidak perlu lagi susah payah mencari media jurnal lainnya untuk menyalurkan tulisan-tulisan yang dibuat oleh para dosen di lingkungan fakultas syariah ini. Mengingat, untuk mendapatkan tulisan kita diterima di jurnal terakreditasi itu pula memerlukan biaya yang besar. Maka, oleh sebab itu, ia perlu kerja serius dan semoga bernilai amal ibadah.

Pada kesempatan itu, ketua tim akreditasi, Dr Efrinaldi, M.Ag lansung pula memetakan langkah dan segala permasalahan yang dihadapi untuk tercapainya jurnal terakreditasi. Beliau menyampaikan bahwa berangkat dari segala permasalahan jurnal ijtihad ini, maka kita tim harus memetakan kerja. Tim ini dibagi kepada 3 kelompok di mana kelompok pertama bertugas untuk eligibilitas jurnal, kelompok lainnya melakukan editing dan yang selanjutnya percetakan. Segala perkembangan dari tugas tim tersebut akan dievaluasi pada pertemuan selanjutnya, yaitu tanggal 23 februari 2011 ini. Semoga kerja terorganisir tim akreditasi ini dapat membuahkan hasil dan memberikan manfaat bagi kita semua. amiiin

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.